Berwirausaha Bersama Watupecah

Mahasiswa Program Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Dipenogoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri bekerjasama dengan kelompok nelayan Sumber Rejeki, yaitu kelompok nelayan di Dusun Watupecah. Dusun Watupecah merupakan salah satu dusun di  Desa Gedong yang memiliki potensi berupa hasil tangkap ikan dari sepanjang aliran Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

Dusun Watupecah dipilih karena memiliki potensi desa yang sangat berlimpah pada waktu-waktu tertentu, misalkan ikan tawes, ikan nila, ikan jambal, ikan patin, ikan betutu, dan lain-lain. Hasil tangkapan berupa ikan segar langsung dijual kepada pengepul dengan harga yang tidak kunjung mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Sementara harga bahan baku untuk memancing seperti jaring terus menngalami peningkatan. Hal ini mengakibatkan pendapatan nelayan Dusun Watupecah terus menurun. Para nelayan mengaku bahkan mereka kadang mengalami beberapa kerugian finansial. Selain itu, tangkapan ikan yang tidak memenuhi kualitas yang diminta oleh pengepul dihargai dengan harga rendah sehingga para nelayan tidak memiliki daya tawar terhadap pengepul.  Ditambah dengan Dusun Watupecah telah disambangi oleh pemerintah dan diberikan arahan untuk segera mengolah hasil tangkapnya menjadi produk-produk olahan.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN telah melaksanakan kegiatan kewirausahaan berupa kegiatan pengembangan jiwa wirausaha, literasi menabung, pelatihan pengolahan hasil tangkap, dan pemasaran produk.  Kelompok nelayan Dusun Watupecah dan juga para ibu-ibu di Dusun Watupecah dilibatkan bersama-sama untuk belajar mengenai pengembangan aspek wirausaha di Dusun Watupecah. Kelompok nelayan Dusun Watupecah telah dinaungi oleh koperasi Nelayan Dusun Watupecah.

Kegiatan kewirausahaan dilaksanakan selama dua hari. Pada hari Jumat, 13 Juli 2019 kegiatan kewirausahaan difokuskan pada pengembangan jiwa wirusaha dan literasi menabung. Kegiatan diawali dengan penggalian dan pengindentifikasian impian dari bapak-bapak yang ikut serta dalam kegiatan dan diakhiri dengan simulasi memilah dan menabung uang dengan menggunakan wadah yang telah disediakan oleh mahasiswa KKN.

Pada hari Minggu, 21 Juli 2019 telah dilaksanakan pelatihan pengolahan hasil tangkap dan pemasaran produk dengan melibatkan ibu-ibu Dusun Watupecah. Kegiatan diawali dengan bersama-sama menyimak materi produksi dan dilanjutkan dengan materi pemasaran yang difokuskan pada pemasaran menggunakan literasi digital melalui Sideka dan media sosial. Setelah itu, mahasiswa KKN dan ibu-ibu bersama-sama melakukan pelatihan mengolah ikan tawes, yaitu ikan yang sangat melimpah di Dusun Watupecah, menjadi sebuah olahan produk yang dinamakan TASPY (Tawes Crispy).

TASPY merupakan produk unggulan yang dihasilkan dari hasil pemanfaatan komoditas ikan lokal dengan konsep pemberdayaan dan ditambah dengan sentuhan inovasi sebagai sumber pendapatan baru masyarakat desa. TASPY merupakan camilan bergizi tinggi yang mengandung Protein, Fosfor, serta tentu kandungan Kalsium tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan dan tumbuh kembang khususnya anak-anak. Hadirnya usaha sosial ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga bisa lebih sejahtera dan meningkatakan perekonomian desa yang mandiri dan berdaya saing.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan