Sejarah Desa

Nama Desa Gedong tidak diketahui secara pasti dari mana asal usul nama tersebut. Tetapi menurut legenda orang Gedong asli bahwa nama Gedong yang sekarang ini mengambil salah satu nama Dusun yang ada di Desa ini, yaitu Gedong yang sampai sekarang masih sebagai Dusun Gedong.

Letak Dusun Gedong berada di ujung Selatan Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Nguntoronadi, yang di tepi dusun tersebut mengalir sungai Keduwang yang menjadi salah satu anak sungai Bengawan Solo. Di Sebelah Utara Dusun Gedong berbatasan dengan Dusun Jenggrik yang letaknya didataran yang lebih tinggi.

Awal masa pemerintahan di Desa Gedong dipimpin oleh Bapak Kartorejo. Waktu itu kehidupan rakyat sangat memprihatinkan sekali, banyak orang kelaparan sebab rakyat yang mengandalkan dari hasil tani tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan dalam kehidupan sehari – harinya, tanahnya kering tandus banyak hama tanaman dan panenpun gagal akhirnya timbul penyakit di masyarakat yang merajalela.

 

Pada periode yang kedua Kepala Desa adalah Bapak Ompong yang masyarakatnya sudah agak berkembang dan taraf hidup masyarakat mulai berkembang. Dilanjutkan periode selanjutnya Kepala Desa dijabat oleh Bapak Wonosukarso yang sampai masa pemerintahannya roda pemerintahan/Kantor Desa masih memanfaatkan rumah pribadi dari Kepala Desa yang bersangkutan. Pada masa itu juga masyarakat mulai mengenal cara bercocok tanam yang agak maju dan beliau memerintah sampai sekitar tahun 1971-an.

 

Pada sekitar tahun 1971 kepala Desa yang sudah dipilih secara Demokratis oleh rakyat adalah Bapak Soetardi pada masa pemerintahannya sudah mulai maju dan masa ini sudah dibangun Kantor Desa dan Balai Desa. Yang semuanya dikerjakan dan didanai dengan gotong royong dan swadaya murni dari masyarakat yang memang saat itu kesadaran gotong royong sangat tinggi. Masa pemerintahan Bapak Soetardi berlangsung sampai tahun 1989. Kepala Desa yang kemudian menjabat adalah Bapak Kaimin Widodo yang memerintah selama 2 periode dari tahun 1989 – 1997 dan terpilih kembali dalam periode berikutnya yang berakhir sampai tahun 2007. Pada masa ini pembangunan fisik berkembang sangat pesat karena telah mendapat bantuan yang cukup banyak dari pemerintah baik dari pusat maupun daerah.

 

Kemudian pada awal tahun 2007 ( Januari ) diadakan pilkades lagi atau yang ke enam dan yang terpilih Bapak Suyatno yang menjabat pada saat ini.